ArabicKoreanJapaneseChinese SimplifiedEnglishFrenchGermanSpainItalianDutchRussianPortuguese

Login to : GOOGLE

by : F/A>

Selasa, 12 Mei 2009

obat mujarab bagi kesehatan cinta kita yg sedang sakit

Putus cinta memang jadi satu
resiko yang selalu ada bagi tiap orang yang berani bermain cinta. Namun putus
cinta bukan menjadi alasan bagi Anda untuk terus terpuruk dalam kesedihan. Agar
Anda terus "survive", berikut ada beberapa tips untuk mengobati sakit
hati Anda.
1. Yakinkan diri Anda bahwa si
mantan bukan orang satu-satunya orang yang bisa membahagiakan Anda. Masih
banyak orang lain yang lebih cocok tanpa harus menyakiti Anda seperti dia.
2. Beri ''napas'' untuk diri sendiri.
Hari ini berikan dispensasi untuk menangis jika ingin menangis, mengunci diri
di kamar tanpa menyisir rambut, melakukan hal yang ingin Anda lakukan. Tapi
ingat, batasi maksimal 24 jam saja.
3. Melupakan diet untuk sementara
dapat dimaafkan. Memakan coklat lezat favorit Anda, dapat menjadi semacam
vaksin. Setiap gigitan coklat Anda memberikan phenylethylamine, semacam zat
kimia yang keluar saat Anda jatuh cinta.
4. Ucapkan mantera sakti Anda
setiap pagi setelah bangun tidur. Kalimat seperti, "Saya tak butuh pria
macam dia" atau "He''s not worth for me to love", ini adalah
terapi diri yang manjur.
5. Get the new fresher look!
Pergilah ke salon, mengganti model atau warna rambut dan membuat penampilan
Anda lebih segar. Tak akan ada yang menyangka Anda sebagai si gadis patah hati.
6. Singkirkan semua barang yang
berkaitan dengannya. Mulai dari foto, surat
cinta, shaver dia yang ketinggalan, sampai dengan teddy bear bertulisan I Love
U pemberiannya.
7. Hang-out dengan teman-teman
Anda. Sudah lama tidak ber-ladies-nite-out? Kini Anda bebas kembali tanpa ada
kewajiban lapor atau dilarang pergi.
8. Some exercise will help.
Menurut physical trainer Amerika, Kathy Kaehler, gerakan senam dapat merangsang
hormone yang bisa membuat Anda merasa nyaman. Selaraskan gerakan senam dengan
lagu-lagu yang membangkitkan semangat seperti "Independent woman"
yang dinyanyikan oleh Destiny''s Child atau "I will survive"-nya
Gloria Gaynor.
9. Kenakan baju bernuansa hijau.
Menurut teori terapi warna, hijau selalu
diasosiasikan dengan hati, dengan memakai pakaian hijau perasaan Anda
akan mendapat energi yang diperlukan.
10. Sounds cliché, but it works!
Tanamkan di kepala Anda, soulmate Anda yang sesungguhnya dan lebih baik dari
dia telah menanti di luar sana.

Sabtu, 09 Mei 2009

sajak untuk seseorang yang jauh disana

kau tinggalkan bumi jawa
kau tinggalkan tanah jawa
kau tinggalkan semuanya
semua kenangan yang ada
yang telah kau rajut dengan cerita
yang telah kau rajut dengan cinta
bahkan telah kau sambungkan dengan kisah
antara hati dan jiwa
kini semuanya hilang
semuanya sirna
semuanya tinggal kenangan
hanya gambar dan senyuman
yang dapat menemaniku saat ini

just 4 u my **** m*s **ck*

TERBANGLAH BERSAMAKU

Berhembuslah engkau angin malam
Bawa serta laguku
Mengitari bumi ini hingga jauh

Akulah seorang petualang
Yang mencari cinta sejati
Sampai mati aku akan tetap mencari

Aku bagai biola yang tak berdawai
Bila tidak engkau lengkapi
Aku mohon agar engkau tinggal disini

Hamparan pasir putih menunggu
Karang di lautan menangis
Bila aku tak bisa melumpuhkanmu

Peluk erat tubuhku
Sentuhlah jemariku
Rebahkan sayap-sayap patahmu
Dan terbanglah bersamaku
Tuk melintasi langit ke tujuh
Bawalah aku ke alam damaimu

Peluk erat tubuhku
Sentuhlah jemariku
Rebahkan sayap-sayap patahmu

kenangnaku



kenangan mimpi indah bersamamu
takkan pernah terlupakan
disini....
ditempat ini....
telagaku....
telaga ngebel....
smoga mimpi itu jadi nyata

Minggu, 03 Mei 2009

konsep mencari jodoh secara islami

Supaya Allah mengubah jodoh Anda (atau pun takdir Anda lainnya), Anda perlu berusaha dan berdoa. Lantas, bagaimana konsep mencari jodoh secara islami?

Pada garis besarnya, sesuai dengan kaidah-kaidah ushul fiqih, ada dua bagian pada konsep-konsep mencari jodoh secara islami.

Pertama, dalam hal-hal yang berkenaan dengan aqidah dan ibadah mahdhoh (hubungan dengan Tuhan), yang islami adalah yang ada tuntunannya dari Allah dan Rasul-Nya. Dalam hal ini, yang tidak ada tuntunannya tidaklah islami.

Karena itu, diantara cara mencari jodoh yang tergolong islami adalah doa istikharah (sesuai tuntunan Rasulullah saw.).

Sedangkan yang tidak islami: mengikuti ramalan bintang, mengikuti ramalan paranormal, melakukan “istikharah” yang tergolong bid’ah, dsb. (Lihat M Shodiq Mustika dkk, Istikharah Cinta (Jakarta: Qultum Media, 2007), terutama bab “Cara Istikharah Menurut Sunnah Rasulullah”.)

Kedua, dalam hal-hal yang berkenaan dengan muamalah (hubungan dengan manusia), yang islami adalah yang tidak ada larangannya dari Allah dan Rasul-Nya. Dalam hal ini, yang ada dalil larangannya tidaklah islami.

Karena itu, diantara cara mencari jodoh yang tergolong islami adalah “gaul gaya rasul” (seluas-luasnya dan seakrab-akrabnya dengan lawan-jenis seperti Rasulullah), “pacaran islami” ala Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, ala Abu Syuqqah, ala aktivis Tarbiyah, ala Aisha Chuang, dan sebagainya. (Keberadaan sebagian aktivis dakwah yang mengharamkan pacaran, dengan mengatakan bahwa “dalam syariat Islam tidak ada pacaran”, menunjukkan bahwa mereka belum memahami kaidah ushul fiqih dan karakteristik hukum Islam.)

Sedangkan yang tidak islami adalah yang mendekati zina, melakukan zina, atau pun yang melakukan perbuatan terlarang lainnya (bahkan walaupun dilakukan oleh aktivis dakwah yang mengatasnamakan taaruf).

Doaku Mencari Jodoh

"Ya Allah, kalau dia
memang jodohku,
jodohkanlah...

Tapi kalau bukan jodohku,
Jodohkanlah juga.

Jika dia tidak berjodoh
denganku,
maka jadikanlah kami jodoh...

Kalau dia bukan jodohku,
jangan sampai dia dapat jodoh yang lain, selain aku...

Kalau dia tidak bisa di
jodohkan denganku,

jangan sampai dia dapat jodoh yang lain,
biarkan dia tidak berjodoh sama seperti
diriku...

Dan saat dia telah tidak
memiliki jodoh,
jodohkanlah kami kembali...

Kalau dia jodoh orang
lain,
putuskanlah!
Jodohkanlah dengan ku....
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
biar orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dulu dan
kemudian jodohkan kembali dia dengan ku ...

Amin...".

Islam Kok Pacaran

oleh Aliman Syahrani

Soal pacaran di zaman sekarang tampaknya menjadi gejala umum di kalangan kawula muda. Barangkali fenomena ini sebagai akibat dari pengaruh kisah-kisah percintaan dalam roman, novel, film dan syair lagu. Sehingga terkesan bahwa hidup di masa remaja memang harus ditaburi dengan bunga-bunga percintaan, kisah-kisah asmara, harus ada pasangan tetap sebagai tempat untuk bertukar cerita dan berbagi rasa.

Selama ini tempaknya belum ada pengertian baku tentang pacaran. Namun setidak-tidaknya di dalamnya akan ada suatu bentuk pergaulan antara laki-laki dan wanita tanpa nikah.

Kalau ditinjau lebih jauh sebenarnya pacaran menjadi bagian dari kultur Barat. Sebab biasanya masyarakat Barat mensahkan adanya fase-fase hubungan hetero seksual dalam kehidupan manusia sebelum menikah seperti puppy love (cinta monyet), datang (kencan), going steady (pacaran), dan engagement (tunangan).

Bagaimanapun mereka yang berpacaran, jika kebebasan seksual da lam pacaran diartikan sebagai hubungan suami-istri, maka dengan tegas mereka menolak. Namun, tidaklah demikian jika diartikan sebagai ungkapan rasa kasih sayang dan cinta, sebagai alat untuk memilih pasangan hidup. Akan tetapi kenyataannya, orang berpacaran akan sulit segi mudharatnya ketimbang maslahatnya. Satu contoh : orang berpacaran cenderung mengenang dianya. Waktu luangnya (misalnya bagi mahasiswa) banyak terisi hal-hal semacam melamun atau berfantasi. Amanah untuk belajar terkurangi atau bahkan terbengkalai. Biasanya mahasiswa masih mendapat kiriman dari orang tua. Apakah uang kiriman untuk hidup dan membeli buku tidak terserap untuk pacaran itu ?

Atas dasar itulah ulama memandang, bahwa pacaran model begini adalah kedhaliman atas amanah orang tua. Secara sosio kultural di kalangan masyarakat agamis, pacaran akan mengundang fitnah, bahkan tergolong naif. Mau tidak mau, orang yang berpacaran sedikit demi sedikit akan terkikis peresapan ke-Islam-an dalam hatinya, bahkan bisa mengakibatkan kehancuran moral dan akhlak. Na’udzubillah min dzalik ! 

Sudah banyak gambaran kehancuran moral akibat pacaran, atau pergaulan bebas yang telah terjadi akibat science dan peradaban modern (westernisasi). Islam sendiri sebagai penyempurnaan dien-dien tidak kalah canggihnya memberi penjelasan mengenai berpacaran. Pacaran menurut Islam diidentikkan sebagai apa yang dilontarkan Rasulullah SAW : "Apabila seorang di antara kamu meminang seorang wanita, andaikata dia dapat melihat wanita yang akan dipinangnya, maka lihatlah." (HR Ahmad dan Abu Daud).

Namun Islam juga, jelas-jelas menyatakan bahwa berpacaran bukan jalan yang diridhai Allah, karena banyak segi mudharatnya. Setiap orang yang berpacaran cenderung untuk bertemu, duduk, pergi bergaul berdua. Ini jelas pelanggaran syari’at ! Terhadap larangan melihat atau bergaul bukan muhrim atau bukan istrinya. Sebagaimana yang tercantum dalam HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas yang artinya: "Janganlah salah seorang di antara kamu bersepi-sepi (berkhalwat) dengan seorang wanita, kecuali bersama dengan muhrimnya." Tabrani dan Al-Hakim dari Hudzaifah juga meriwayatkan dalam hadits yang lain: "Lirikan mata merupakan anak panah yang beracun dari setan, barang siapa meninggalkan karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantikannya dengan iman sempurna hingga ia dapat merasakan arti kemanisannya dalam hati."

Tapi mungkin juga ada di antara mereka yang mencoba "berdalih" dengan mengemukakan argumen berdasar kepada sebuah hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Abu Daud berikut : "Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, atawa memberi karena Allah, dan tidak mau memberi karena Allah, maka sungguh orang itu telah menyempurnakan imannya." Tarohlah mereka itu adalah orang-orang yang mempunyai tali iman yang kokoh, yang nggak bakalan terjerumus (terlalu) jauh dalam mengarungi "dunia berpacaran" mereka. Tapi kita juga berhak bertanya : sejauh manakah mereka dapat mengendalikan kemudi "perahu pacaran" itu ? Dan jika kita kembalikan lagi kepada hadits yang telah mereka kemukakan itu, bahwa barang siapa yang mencintai karena Allah adalah salah satu aspek penyempurna keimanan seseorang, lalu benarkah mereka itu mencintai satu sama lainnya benar-benar karena Allah ? Dan bagaimana mereka merealisasikan "mencintai karena Allah" tersebut ? Kalau (misalnya) ada acara bonceng-boncengan, dua-duaan, atau bahkan sampai buka aurat (dalam arti semestinya selain wajah dan dua tapak tangan) bagi si cewek, atau yang lain-lainnya, apakah itu bisa dikategorikan sebagai "mencintai karena Allah ?" Jawabnya jelas tidak !

Dalam kaitan ini peran orang tua sangat penting dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya terutama yang lebih menjurus kepada pergaulan dengan lain jenis. Adalah suatu keteledoran jika orang tua membiarkan anak-anaknya bergaul bebas dengan bukan muhrimnya. Oleh karena itu sikap yang bijak bagi orang tua kalau melihat anaknya sudah saatnya untuk menikah, adalah segera saja laksanakan.
Dikutip dari: http://www.indomedia.com/bpost/012000/24/opini/resensi.htm